Sabtu, 24 Juli 2021
Keagamaan

SALAT IDUL ADHA DI HSU TETAP TERLAKSANA DENGAN PROTOKOL KESEHATAN KETAT

AMUNTAI- Hari Raya Idul Adha yang yang jatuh pada Selasa ini, (20/7/2021) dilaksanakan dengan suka cita umat Islam di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Sedari pagi, masyarakat sudah mulai pergi keluar rumah menuju ke Masjid dan Lapangan terbuka untuk salat Idul Adha secara berjamaah.

Diketahui, berdasarkan surat edaran bersama Pemerintah Provinsi kalimantan Selatan (Kalsel) mengijinkan masyarakatnya di zona kuning dan hijau Covid-19 skala mikro untuk melaksanakan salat Idul Adha di Masjid atau Lapangan terbuka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ditentukan.

Seperti terlihat di Masjid Al Jihad Amuntai yang setiap tahunnya menggelar salat di lapangan terbuka, tetap melaksanakan salad Idul Adha dengan menerapkan protokol kesehatan seperti wajib memakai masker dan menjaga jarak.

“Kepada para jemaah agar tetap mengikuti protokol kesehatan selama salad berlangsung.” ucap himbauan pengurus Masjid Al Jihad kepada para jemaah yang hadir.

Adapun, Masjid Raya At-Taqwa Amuntai yang juga menggelar salat Idul Adha dengan protokol kesehatan yang ketat, dihadiri Bupati HSU H Abdul Wahid HK dan Wakil Bupati H Husairi Abdi.

Sementara bertindak sebagai khatib yakni ketua MUI HSU KH. Said Masrawan Lc dan imam KH Zainuddin Arief.

Dalam khutbahnya KH Said Masrawan menyampaikan bahwa Idul Adha yang dikenal dengan sebutan hari raya kurban atau hari raya haji ini karena umat Islam di seluruh dunia di syariatkan untuk menyembelih hewan qurban dan khusus di Arab Saudi melaksanakan ibadah haji.

“Namun, Sangat disayangkan Sudah 2 tahun jamaah haji kita Indonesia tidak diperkenankan memasuki Negeri mereka karena situasi pandemi Covid-19 yang masih melanda dunia sampai hari ini.” katanya

Dikatakannya, Ibadah haji dan kurban mengingatkan pada sebuah keluarga yang menjadi tokoh sentral kedua ibadah tersebut yaitu keluarga besar Nabi Ibrahim AS

“Maka dalam khutbah ini kami menyampaikan bahwa beberapa pelajaran yang dapat kita petik dan kita ambil dari kisah tersebut pelajaran pertama selalu yakin dan berbaik sangka kepada Allah SWT. pelajaran kedua yaitu mau berusaha dan berikhtiar dalam mengatasi berbagai masalah seperti disituasi sekarang ini.” ucapnya.

Pelajaran ketiga adalah doa dan harapan seperti halnya Nabi Ibrahim untuk keluarga serta masyarakat dan umatnya. itulah pelajaran yang dapat kita ambil dari perjalanan kisah Nabi Ibrahim apalagi saat ini kita masih dalam situasi yang sangat sulit seperti sekarang ini yang masih didera Covid-19.

“Oleh karena itu mari kita yakin dan berbaik sangka kepada Allah SWT, marilah kita selalu berusaha dan berikhtiar sebisa-bisanya dalam mengatasi masalah seperti disituasi pandemi sekarang ini, dan kita berdoa supaya keinginan kita, keluarga kita, daerah kita, dan banua kita mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.” tutupnya. (Diskominfo/Wahyu/Ricky)

Leave a Response

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dinas Kominfo HSU
Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Hulu Sungai Utara
error: Konten di lindungi !!
%d blogger menyukai ini: